Minggu, 26 Mei 2013

Kesulitan dan Penderitaan Bukan Penghalang Kebahagiaan, Tapi Cara untuk Menjadi Manusia Baru dan Berbeda

Patricia Lorenz adalah orang tua tunggal dari tiga orang anak. Putrinya yang tidak menikah baru saja melahirkan seorang cucu. Sementara hubungannya dengan seorang pria selama hampir dua tahun berada pada situasi sulit. Dia banyak menghabiskan waktu untuk menyesali hidupnya. Hingga pada suatu hari, dia mendapat tugas mewawancarai seorang perempuan, Jan Turner, yang kehilangan kedua belah tangan dan kakinya karena penyakit pneumonia pneumokokus. Jan adalah orang tua tunggal dengan dua anak laki-laki adopsi. Sebelumnya, Jan adalah guru musik tetap di sekolah dasar dan dirigen di gerejanya.
Perjuangan Jan mengatasi kesulitan pasca operasi cukup berat. Tetapi, dia bertekad kuat untuk melewati semua rintangan tersebut karena terinspirasi salah satu bacaan Injil Paulus kepada umat di Roma (12:2) tentang menjadi manusia yang baru dan berbeda dengan pembaruan sejati dalam perbuatan dan pikiran. Jan harus melewati empat bulan yang berat untuk menjalani fisioterapi dan terapi okupasi. Keraguannya dalam menjalani kehidupan selanjutnya hilang ketika anak-anak menyambutnya dengan kehangatan yang tidak berubah. Bahkan, Jan mampu menyelesaikan kuliah keduanya di bidang komunikasi dan belajar teologi. Jan mampu menjadi penyiar dan pembimbing anak-anak di gerejanya. Kemandirian dan semangat Jan sangat menginspirasi Patricia untuk berani menghadapi kesulitan serta mengambil keputusan bebas atas diri dan hidupnya, meski pahit sekalipun. Jan mengajarkan untuk memanfaatkan segala hal “baru dan berbeda” yang datang dengan penuh semangat untuk menjalani hidup sebagai pemenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar